5 Menit Untuk 5 Tahun
“Ayo semua kita memilih, yang terbaik untuk negeri ini
5 menit kita memilih, 5 tahun yang kita jalani.
Jangan hanya menjadi putih, suara kita sangat berarti.
Memilihlah untuk Indonesia”
Petikan bait di atas, adalah lagu dari grup band Cokelat yang berjudul “5 Menit Untuk 5 Tahun”. Memang, kesalahan dalam memilih yang relatif menghabiskan waktu lima menit, bisa membawa petaka bagi negeri ini selama lima tahun.. Ibarat memilih kucing dalam karung. Buka dulu karungnya. Apakah kucing tersebut utuh anggota tubuhnya? Apa tidak sakit-sakitan atau kudisan? Apa bukan kucing yang suka mencuri gulai ikan di atas meja? Atau apakah bukan kucing yang suka melahap kucing betina? Mengeluarkan kucing dari dalam karung berarti melakukan evaluasi terhadap kinerja si kucing. Evaluasi kinerja ini dapat juga dilakukan dalam menentukan pilihan terhadap calon legislatif (caleg) yang akan bertarung memperebutkan kursi pada 9 April 2009 ini. Metode evaluasi ini dalam ilmu psikologi disebut dengan Past Performance Predict Future Behaviour. Karena kinerja masa lalu dapat digunakan sebagai indikator atas perilku yang akan dilakukan pada masa mendatang. Kalau seseorang pada masa lalunya suka mencuri, mengambil harta yang bukan miliknya, maka pasti di masa mendatang kelakuan tersebut akan berulang kembali. Kalau pada masa lalu, seseorang itu suka berselingkuh atau narkoba, maka perilaku “mengasyikkan” menurut dia tersebut akan pasti diulanginya. Kalau pada masa lalu, suka menzalimi dan melakukan tindakan kekerasan, maka pasti pada masa yang akan datang tindakan tersebut akan dilakukan lagi. Jadi, waspadalah, waspadalah.
Bagaimana dengan yang suka membagi-bagi hadiah, baik berupa barang maupun uang? Ini lebih gawat lagi. Karena mana ada orang yang mau begitu saja membagikan sesuatu tanpa mengharapkan imbal balik? Ini caleg tipe pedagang. Bagi dia berlaku rumus “barugi mako balabo”. Dua sudah berhitung dan melakukan analisa, bahwa initial investment (investasi awal) yang dikeluarkan akan breakevent pada tahun kesekian masa jabatannya. Kelompok Band Slank mengungkapkan dalam lagunya “Gosip Jalanan” yang pernah dimainkan di depan gedung KPK, Jakarta. Ini petikan sebagian baitnya: “Mau tahu mafia di senayan, kerjaannya tukang buat peraturan, bikin UUD. Ujung-Ujungnya Duit. Kacau balau 2x. Negaraku ini”.
Terakhir kelakuan korup ini dilakukan lagi oleh salah seorang anggota legislatif (Aleg) “AHD”. yang tertangkap tangan oleh KPK RI menerima uang suap/gratifikasi sebesar US$ 90 ribu dan Rp 54,5 juta.. Kayaknya tidak ada efek jera bagi mereka walaupun sudah ada rekannya yang telah masuk kamar tahanan terlebih dahulu. Ada lagi anggota DPRD Kota Pariaman “B” yang mencoretkan arang hitam bagi daerah ini. Dia dibekuk aparat Polres Metro Bandara Soekarno Hatta (BSH), Senin (23/2) malam sekitar pukul 21.30 WIB, lantaran membawa narkoba jenis sabu dan alat penghisap sabu (bong).
Jadi hati-hatilah memilih calon Anda, karena 5 menit dalam bilik suara menentukan masa depan bangsa ini 5 tahun ke depan.***